Dalam upaya mendukung kesehatan mental dan peningkatan mutu akademis generasi muda, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) sukses menggelar kegiatan intervensi psikologis di SMA Negeri 1 Srengat. Kegiatan yang berlangsung pada awal bulan Mei 2026 ini mengusung tema :
“Emosi Terkelola, Prestasi Meningkat: Intervensi Regulasi Emosi”.
Program ini dirancang khusus untuk membantu para siswa mengenali, menerima, dan mengarahkan emosi mereka secara positif agar mampu menghadapi tekanan akademik maupun sosial di lingkungan sekolah.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa
Kegiatan pengabdian ini dipimpin langsung oleh para pakar di bidangnya untuk memastikan materi yang disampaikan berbobot dan aplikatif bagi remaja. Tim PkM BKI ini beranggotakan:
Ketua Tim: Hana Athia Akhzalini, M.Si.
Anggota Dosen: Agustin Mega, M.A.
Anggota Mahasiswa: Sri Retno
Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa ini menghadirkan pendekatan yang segar. Teori-teori regulasi emosi disampaikan lewat metode yang interaktif, menyenangkan, dan dekat dengan keseharian dunia remaja saat ini.
Mengapa Regulasi Emosi Itu Penting?
Dalam pemaparannya, Hana Athia Akhzalini, M.Si. menyampaikan bahwa usia remaja merupakan masa-masa krusial di mana gejolak emosi seringkali memuncak. Jika tidak dikelola dengan baik, ketidakstabilan emosi dapat menjadi penghambat utama fokus belajar dan penurunan prestasi.
Bentuk Intervensi dan Antusiasme Siswa
Selama kegiatan, para siswa SMA Negeri 1 Srengat diberikan pelatihan praktis mengenai teknik pengenalan diri (self-awareness) dan strategi meredakan emosi negatif secara instan, seperti teknik pernapasan dan pengalihan fokus yang positif.
Anggota Tim PkM memandu sesi simulasi kelompok. Di sini, para siswa diajak memetakan pemicu stres (stressor) mereka dan menyusun rencana aksi pribadi saat emosi mulai tidak stabil.
Pihak sekolah, yang diwakili oleh guru bimbingan konseling SMA Negeri 1 Srengat, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Dengan terlaksananya kegiatan PkM 2026 ini, Tim Bimbingan Konseling Islam berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional.

