Sosialisasi Penandatanganan MoU Online oleh Asosiasi Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah Se-Indonesia

FAI- Dalam rangka memperkuat kerja sama antar perguruan tinggi, Asosiasi Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah Se-Indonesia menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting Jumat, 17 April 2026 dan diikuti oleh berbagai perwakilan program studi dari seluruh Indonesia.

Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang keuangan dan perbankan syariah. Melalui MoU ini, diharapkan terjalin sinergi dalam pengembangan kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu peserta yang turut hadir dalam kegiatan ini adalah Dwi Wahyu Ningtyas, M.E., selaku Ketua Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Islam Balitar. Keikutsertaan beliau menjadi wujud komitmen institusi dalam mendukung penguatan jejaring akademik di tingkat nasional.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme penandatanganan MoU secara online, ruang lingkup kerja sama, serta peluang implementasi program kolaboratif ke depan. Diskusi interaktif juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, di mana para peserta dapat bertukar pandangan dan pengalaman terkait pengelolaan program studi masing-masing.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan setiap program studi yang tergabung dalam asosiasi dapat segera merealisasikan kerja sama yang telah direncanakan, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan dan praktik keuangan syariah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan serta memperkuat posisi program studi keuangan dan perbankan syariah di kancah nasional.

Penguatan Kesiapan Karier, Dosen FAI UNISBA Blitar Isi CDP di UIN Raden Mas Said Surakarta

FAI- Fakultas Adab dan Bahasa Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Career Development Planning (CDP) bagi calon wisudawan ke-61 tahun 2026 pada Senin (6/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Yosodipuro lantai 4 dan diikuti oleh 137 calon wisudawan.

Mengusung tema “Giras dan Cerdas dalam Menghadapi Dunia Kerja yang Makin Cadas”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Agustina Mega Purnamawati, yang merupakan dosen Bimbingan Konseling Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam Balitar.

Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan tujuan memberikan pembekalan kepada para calon alumni dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Dalam sesi pemaparan, narasumber menekankan pentingnya kesiapan mental, kemampuan adaptasi, serta pengembangan soft skills sebagai bekal utama memasuki dunia profesional.

Dekan Fakultas Adab dan Bahasa, Imam Makruf, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesiapan lulusan tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga dari karakter dan integritas pribadi. Ia menyoroti masih adanya kesenjangan antara jumlah lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja (link and match), sehingga persaingan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh lulusan, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Dalam pemaparannya, Agustina Mega Purnamawati menekankan bahwa kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik semata, tetapi juga oleh kesiapan mental dan kemampuan individu dalam beradaptasi dengan perubahan.

Ia menyampaikan bahwa para lulusan perlu memiliki growth mindset agar mampu menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompleks. “Dunia kerja saat ini bergerak sangat cepat, sehingga penting bagi para lulusan untuk terus belajar, beradaptasi, dan tidak takut mencoba hal-hal baru,” ujarnya.

Para calon alumni juga didorong untuk melengkapi diri dengan sertifikasi kompetensi sebagai nilai tambah dalam dunia kerja. Selain ijazah dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), sertifikat kompetensi dinilai mampu memperkuat portofolio lulusan.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya membuka peluang karier seluas-luasnya, tidak hanya terpaku pada profesi Aparatur Sipil Negara (ASN). Semangat pantang menyerah dan nilai-nilai keislaman menjadi landasan penting dalam menghadapi dinamika dunia kerja ke depan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi antara Universitas Islam Balitar dan Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta dalam penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam mempersiapkan lulusan yang siap bersaing secara profesional dan berintegritas di dunia kerja.

Kolaborasi Prodi PBS dan Stakeholder Perbankan dalam Penguatan Kurikulum OBE

FAI- Program Studi Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Agama Islam (FAI) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) bersama para stakeholder dari sektor perbankan dan otoritas keuangan syariah. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri perbankan syariah serta meningkatkan kompetensi lulusan agar siap bersaing di dunia kerja.

FGD Kurikulum OBE ini dihadiri oleh pimpinan Fakultas Agama Islam dan pengelola Program Studi Perbankan Syariah. Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Winarto, M.Pd.I. selaku Dekan Fakultas Agama Islam, serta Dwi Wahyu Ningtyas, M.E. selaku Ketua Program Studi Perbankan Syariah.

Sementara itu, dari unsur stakeholder eksternal turut hadir perwakilan dari Bank Indonesia (BI) Wilayah Kota Kediri, Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Blitar, serta BCA Syariah Kota Kediri. Kehadiran para praktisi perbankan syariah ini memberikan perspektif langsung terkait kebutuhan industri, perkembangan regulasi, serta kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan Perbankan Syariah.

Dalam keterangannya, Dekan FAI Dr. Winarto, M.Pd.I. menegaskan bahwa penerapan Kurikulum OBE merupakan bagian penting dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya dalam mencetak lulusan yang berorientasi pada capaian pembelajaran dan kebutuhan pengguna lulusan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan industri perbankan syariah.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes), struktur mata kuliah, serta penguatan kompetensi praktis di bidang perbankan dan keuangan syariah. Para stakeholder memberikan masukan strategis agar kurikulum PBS mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta memiliki pemahaman yang kuat terhadap prinsip-prinsip ekonomi dan perbankan syariah. Melalui kegiatan FGD Kurikulum OBE ini, Program Studi Perbankan Syariah berharap dapat menyusun kurikulum yang relevan, adaptif, dan selaras dengan perkembangan industri keuangan syariah, sehingga lulusan PBS mampu berkontribusi secara optimal di lembaga keuangan syariah maupun sektor terkait lainnya.

Kolaborasi Prodi BKI dan Stakeholder dalam Penguatan Kurikulum OBE

FAI- Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Agama Islam (FAI) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) bersama para stakeholder eksternal. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan lapangan serta meningkatkan kualitas lulusan Program Studi BKI.

FGD Kurikulum OBE ini dihadiri oleh pimpinan Fakultas Agama Islam dan pengelola Program Studi BKI. Turut hadir Dr. Winarto, M.Pd.I. selaku Dekan Fakultas Agama Islam, serta Hana Athia Akhzalini, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Bimbingan Konseling Islam.

Sementara itu, dari unsur stakeholder eksternal, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari BIMAS Kementerian Agama Kota Blitar, Cabang Dinas Pendidikan Blitar (Pengawas SMA/BK) Kota Blitar, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA Kota Blitar, serta Penyuluh Agama KUA Kecamatan Sanan Wetan.

Dalam sambutannya, Dekan FAI Dr. Winarto, M.Pd.I. menyampaikan bahwa penerapan Kurikulum OBE merupakan langkah strategis dalam menjamin mutu lulusan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan stakeholder dalam penyusunan kurikulum yang adaptif dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.

Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan membahas berbagai aspek kurikulum, antara lain profil lulusan BKI, capaian pembelajaran (learning outcomes), relevansi mata kuliah, serta penguatan kompetensi konseling Islam dalam konteks pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Para stakeholder memberikan masukan dan rekomendasi agar kurikulum BKI mampu menjawab tantangan permasalahan psikososial dan keagamaan yang berkembang di masyarakat. Melalui kegiatan FGD Kurikulum OBE ini, Program Studi Bimbingan Konseling Islam berharap dapat menghasilkan kurikulum yang lebih komprehensif, aplikatif, dan relevan, sehingga lulusan BKI memiliki kompetensi profesional, beretika, serta siap berperan aktif dalam pelayanan bimbingan dan konseling berbasis nilai-nilai Islam.

Kolaborasi Prodi MPI dan Stakeholder dalam Penguatan Kurikulum OBE

FAI- Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) bersama para stakeholder sebagai upaya penguatan dan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan kebijakan pendidikan terkini yang telah dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026.

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Agama Islam (FAI) dan pengelola Program Studi MPI. Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Winarto, M.Pd.I. selaku Dekan Fakultas Agama Islam, serta Mohammad Sodik, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam.

Sementara itu, dari unsur stakeholder eksternal turut hadir perwakilan dari PENDMA Kementerian Agama Kota Blitar, PAKIS Kementerian Agama Kota Blitar, serta Dewan Pendidikan Kabupaten Blitar. Kehadiran para stakeholder ini menjadi bagian penting dalam memberikan masukan konstruktif terkait relevansi kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, serta kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan Program Studi MPI di lapangan.

Dalam keterangannya, Dekan FAI Dr. Winarto, M.Pd.I. menegaskan pentingnya implementasi Kurikulum OBE sebagai bagian dari peningkatan mutu akademik dan daya saing lulusan. Menurutnya, kurikulum harus disusun secara adaptif dan responsif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan serta kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

FGD berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai aspek kurikulum, mulai dari profil lulusan, learning outcomes, struktur mata kuliah, hingga penguatan kompetensi manajerial dan kepemimpinan di bidang pendidikan Islam. Para stakeholder memberikan masukan strategis agar kurikulum MPI mampu menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan siap berkontribusi di berbagai lembaga pendidikan. Melalui kegiatan FGD Kurikulum OBE ini, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam berharap dapat menghasilkan kurikulum yang lebih relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan pengguna lulusan, sekaligus mendukung pencapaian visi dan misi program studi serta institusi secara keseluruhan.

Copyright@ Fakultas Agama Islam
Universitas Islam Balitar
2025