Pelantikan Himpunan Mahasiswa MPI, BKI, dan PBS FAI UNISBA Blitar Berlangsung Khidmat

FAI— Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar secara resmi melaksanakan Pelantikan dan Pengukuhan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Bimbingan Konseling Islam (BKI), dan Perbankan Syariah (PBS) pada Jum’at, 09 Januari 2026.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Dr. Winarto, M.Pd.I. selaku Dekan Fakultas Agama Islam UNISBA Blitar, yang sekaligus membacakan ikrar pengukuhan kepada seluruh pengurus himpunan mahasiswa yang dilantik. Turut hadir dalam acara tersebut para Ketua Program Studi (Kaprodi) Manajemen Pendidikan Islam, Bimbingan Konseling Islam, dan Perbankan Syariah, serta jajaran dosen dan perwakilan mahasiswa FAI.

Dalam sambutannya, Dr. Winarto, M.Pd.I. menyampaikan bahwa himpunan mahasiswa memiliki peran strategis sebagai wadah pengembangan potensi akademik, kepemimpinan, dan keorganisasian mahasiswa. Ia berharap para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, serta mampu menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya.

“Pengurus himpunan mahasiswa harus mampu menjadi motor penggerak kegiatan akademik dan nonakademik, serta menjalin sinergi yang baik dengan program studi dan fakultas,” ujar beliau.

Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK), pengucapan ikrar pengukuhan, serta penandatanganan berita acara pelantikan. Momen ini menjadi simbol resmi dimulainya masa kepengurusan baru himpunan mahasiswa dari ketiga program studi tersebut.

Dengan dilantiknya pengurus baru Himpunan Mahasiswa MPI, BKI, dan PBS Fakultas Agama Islam UNISBA Blitar, diharapkan dapat membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas kegiatan kemahasiswaan, memperkuat solidaritas antar mahasiswa, serta berkontribusi aktif dalam mendukung visi dan misi Fakultas Agama Islam Universitas Islam Balitar Blitar.

Fenomena Gunung Es: Kekerasan Seksual di Pesantren

FAI— Forum Reboan kembali digelar sebagai ruang diskusi kritis dan reflektif terhadap isu-isu sosial yang penting. Pada Rabu, 10 Desember 2025, forum ini mengangkat tema “Fenomena Gunung Es: Kekerasan Seksual di Pesantren”, sebuah topik yang dinilai relevan dan membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak.

Kegiatan ini menghadirkan Khoirotul Nia’amah, S.Hum., M.Pd., dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar, sebagai narasumber utama. Forum ini juga menghadirkan Titim Fatmawati dari Sahabat Perempuan dan Anak sebagai narasumber pendamping, serta dimoderatori oleh Ana Fitria dari Women’s March Blitar.

Dalam pemaparannya, Khoirotul Nia’amah menjelaskan bahwa kasus kekerasan seksual yang muncul ke permukaan hanyalah sebagian kecil dari realitas yang sebenarnya terjadi. Banyak kasus yang tidak terungkap karena berbagai faktor, seperti relasi kuasa, rasa takut korban, stigma sosial, serta minimnya sistem perlindungan yang berpihak pada korban.

Sementara itu, Titim Fatmawati menyoroti pentingnya peran masyarakat dan lembaga pendamping dalam memberikan ruang aman bagi korban untuk bersuara. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual harus dilakukan secara kolaboratif, dengan menekankan edukasi, pendampingan, serta penguatan mekanisme pelaporan yang aman dan berperspektif korban.

Diskusi berlangsung dinamis dengan arahan moderator Ana Fitria. Peserta forum diajak untuk memahami isu ini secara komprehensif, tanpa menyudutkan lembaga tertentu, melainkan berfokus pada upaya pencegahan, perlindungan, dan pembentukan lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat. Melalui Forum Reboan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa kekerasan seksual merupakan persoalan serius yang harus dihadapi bersama. Forum ini menjadi langkah penting dalam mendorong terciptanya ruang-ruang pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Sosialisasi Kepemimpinan Siswa dalam Membangun Generasi Pemimpin Berkarakter

FAI— Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kepemimpinan sejak usia dini, dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar, Khoirotul Nia’amah, S.Hum., M.Pd., melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kepemimpinan Siswa dalam Membangun Generasi Pemimpin Berkarakter di Sekolah Dasar Islam (SDI) Kota Blitar, pada Senin, 03 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada para siswa mengenai pentingnya sikap kepemimpinan yang berkarakter, seperti tanggung jawab, kejujuran, disiplin, kerja sama, serta kepedulian terhadap sesama. Sosialisasi ini diharapkan mampu menjadi bekal awal bagi siswa dalam membentuk kepribadian positif yang akan berguna di masa depan.

Dalam pemaparannya, Khoirotul Nia’amah, S.Hum., M.Pd. menyampaikan bahwa kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan, melainkan tercermin dari perilaku sehari-hari. “Setiap siswa adalah calon pemimpin. Kepemimpinan dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti berani berkata jujur, bertanggung jawab atas tugas, dan mampu bekerja sama dengan teman,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan menyenangkan. Para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian acara yang dikemas melalui penyampaian materi, diskusi ringan, serta contoh-contoh sederhana yang mudah dipahami oleh anak-anak. Hal ini membuat pesan tentang kepemimpinan berkarakter dapat diterima dengan baik oleh peserta.

Pihak SDI Kota Blitar menyambut baik kegiatan ini dan berharap sosialisasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini dinilai sangat positif dalam mendukung pembentukan karakter siswa, khususnya dalam menyiapkan generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terjalin sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar dalam membangun generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai-nilai moral.

Pengabdian Kepada Masyarakat BKI Unisba melaksanakan kegiatan dengan tema “Pembentukan karakter disiplin dan kemandirian Anak sejak dini di KB Hidayatullah.”

FAI- Pengabdian kepada Masyarakat Unisba menyelenggarakan kegiatan bertema “Pembentukan karakter disiplin dan kemandirian Anak sejak dini” yang bertempat di Kelompok Bermain Hidayatullah Kota Blitar pada Sabtu, 13 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pada aspek pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan menanamkan kebiasaan hidup tertib, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola diri sejak usia dini, sehingga anak mampu mengambil keputusan sederhana secara mandiri, berperilaku konsisten terhadap aturan, dan memiliki kesiapan mental dalam menghadapi tantangan perkembangan pada tahap selanjutnya.

Pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Agustin Mega Purnamawati, M.A dengan Parid Rilo Pambudi, M.Pd sebagai anggota. Berbekal keilmuan di bidang Bimbingan Konseling, tim PKM tersebut menerapkan pelaksanaan seminar dan pelatihan kepada Anak Usia Dini di KB Hidayatullah. Dalam pemaparannya, Mega selaku ketua menekankan bahwa kedisiplinan dan kemandirian pada anak usia dini penting karena pada fase inilah dasar kepribadian dan pola perilaku anak mulai terbentuk. Kedisiplinan dan kemandirian membantu anak belajar mengenal kemampuan diri, mengambil keputusan sederhana, serta bertanggung jawab atas tindakannya. Selain itu, anak yang dibiasakan disiplin dan mandiri cenderung memiliki rasa percaya diri, kemampuan mengontrol emosi, dan kesiapan sosial yang lebih baik ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Pembentukan karakter disiplin dan kemandirian pada anak usia dini dilaksanakan melalui pembiasaan nyata dalam aktivitas sehari-hari, keteladanan dari orang dewasa, serta pendampingan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Anak dibiasakan mengikuti rutinitas sederhana seperti merapikan mainan, datang tepat waktu, dan mengurus kebutuhan pribadi secara bertahap, disertai pemberian tanggung jawab kecil yang melatih rasa percaya diri. Aturan diterapkan secara jelas dan konsisten dengan bahasa yang mudah dipahami serta diperkuat melalui penguatan positif, bukan hukuman. Dalam konteks ini, bimbingan konseling islam menjadi urgen karena memberikan landasan nilai tauhid, akhlak, dan adab dalam proses pembentukan karakter, sehingga disiplin dan kemandirian tidak hanya berkembang secara perilaku, tetapi juga terinternalisasi sebagai kesadaran moral dan spiritual. Melalui pendekatan bimbingan konseling Islam, pendidik dan orang tua dapat menanamkan makna tanggung jawab sebagai bagian dari ibadah, menumbuhkan kontrol diri berbasis nilai keislaman, serta memastikan proses pembentukan karakter berlangsung secara humanis, seimbang, dan sesuai fitrah anak. Kegiatan ini memberikan pengaruh yang signifikan bagi anak usia dini KB Hidayatullah, di mana anak belajar mengatur diri, bertanggung jawab, serta memahami aturan secara bertahap. Anak menjadi lebih percaya diri, mampu mengambil keputusan sederhana, dan memiliki kontrol emosi yang lebih baik dalam berinteraksi dengan lingkungan. Disiplin yang ditanamkan sejak dini membantu anak membangun kebiasaan positif, sementara kemandirian melatih kesiapan anak menghadapi tantangan perkembangan dan jenjang pendidikan berikutnya. Di samping itu, kegiatan ini mempererat kerja sama antara Unisba dan pihak KB dalam upaya penanaman kedisiplinan dan kemandirian. Melalui pelaksanaan kegiatan tersebut, Tim PKM Unisba berharap dapat berkontribusi secara nyata dalam membentuk anak usia dini lebih disiplin agar dapat membangun kebiasaan positif, lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan perkembangan pada jenjang pendidikan berikutnya.

Komitmen UNISBA Tingkatkan Mutu Pendidikan melalui Koordinasi FGD Kurikulum OBE 2025

FAI – Universitas Islam Balitar (UNISBA) terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui penyusunan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) Tahun 2025. Salah satu tahapan penting dalam proses tersebut adalah pelaksanaan koordinasi Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholder yang dilaksanakan di lingkungan Universitas Islam Balitar.

Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh seluruh dekan fakultas serta staf fakultas dari masing-masing fakultas di Universitas Islam Balitar. Kehadiran pimpinan dan perwakilan fakultas menunjukkan keseriusan institusi dalam menyusun kurikulum yang relevan, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Acara koordinasi dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III Universitas Islam Balitar. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antarunit serta keterlibatan stakeholder dalam penyusunan kurikulum berbasis OBE.

Dalam arahannya, Wakil Rektor II menyampaikan bahwa Kurikulum OBE 2025 diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul, berdaya saing, serta sesuai dengan visi dan misi Universitas Islam Balitar. Oleh karena itu, koordinasi FGD dengan stakeholder menjadi langkah strategis untuk menjaring masukan dan memastikan keterkaitan antara capaian pembelajaran lulusan dengan kebutuhan pengguna lulusan.

Selama kegiatan berlangsung, dibahas berbagai hal teknis terkait pelaksanaan FGD, mekanisme pelibatan stakeholder, serta peran masing-masing fakultas dalam proses penyusunan kurikulum OBE. Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan masukan dari para dekan dan staf fakultas guna menyelaraskan kebijakan universitas dengan implementasi di tingkat fakultas dan program studi. Melalui kegiatan koordinasi ini, Universitas Islam Balitar berharap proses penyusunan Kurikulum OBE 2025 dapat berjalan secara sistematis, terintegrasi, dan menghasilkan kurikulum yang berkualitas. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen UNISBA dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang bermutu dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan sesuai dengan tuntutan zaman.

Copyright@ Fakultas Agama Islam
Universitas Islam Balitar
2025