FAI— Forum Reboan kembali digelar sebagai ruang diskusi kritis dan reflektif terhadap isu-isu sosial yang penting. Pada Rabu, 10 Desember 2025, forum ini mengangkat tema “Fenomena Gunung Es: Kekerasan Seksual di Pesantren”, sebuah topik yang dinilai relevan dan membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak.

Kegiatan ini menghadirkan Khoirotul Nia’amah, S.Hum., M.Pd., dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar, sebagai narasumber utama. Forum ini juga menghadirkan Titim Fatmawati dari Sahabat Perempuan dan Anak sebagai narasumber pendamping, serta dimoderatori oleh Ana Fitria dari Women’s March Blitar.

Dalam pemaparannya, Khoirotul Nia’amah menjelaskan bahwa kasus kekerasan seksual yang muncul ke permukaan hanyalah sebagian kecil dari realitas yang sebenarnya terjadi. Banyak kasus yang tidak terungkap karena berbagai faktor, seperti relasi kuasa, rasa takut korban, stigma sosial, serta minimnya sistem perlindungan yang berpihak pada korban.

Sementara itu, Titim Fatmawati menyoroti pentingnya peran masyarakat dan lembaga pendamping dalam memberikan ruang aman bagi korban untuk bersuara. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual harus dilakukan secara kolaboratif, dengan menekankan edukasi, pendampingan, serta penguatan mekanisme pelaporan yang aman dan berperspektif korban.

Diskusi berlangsung dinamis dengan arahan moderator Ana Fitria. Peserta forum diajak untuk memahami isu ini secara komprehensif, tanpa menyudutkan lembaga tertentu, melainkan berfokus pada upaya pencegahan, perlindungan, dan pembentukan lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat. Melalui Forum Reboan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa kekerasan seksual merupakan persoalan serius yang harus dihadapi bersama. Forum ini menjadi langkah penting dalam mendorong terciptanya ruang-ruang pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Fenomena Gunung Es: Kekerasan Seksual di Pesantren

Copyright@ Fakultas Agama Islam
Universitas Islam Balitar
2025