UNISBA Blitar Dorong Integrasi AI dalam Pembelajaran Pendidikan Islam di Pesantren Riyadhus Samawi

Fakultas Agama Islam Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Riyadhus Samawi (PPRMS) Lodoyo, Kabupaten Blitar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 09.00-12.00 WIB ini mengangkat tema Pembinaan Guru Madrasah dalam Penggunaan Integrasi Artificial Intelligence (AI) sebagai Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Islam dan mendapat sambutan positif dari para guru serta ustadz di lingkungan pesantren.

Tim pelaksana PKM dipimpin oleh Mohamad Sodik, M.Pd., Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UNISBA Blitar, bersama Laily Nur Syayidah, S.Pd.I., M.Pd., dosen Prodi MPI, serta Muhammad Khozin Natul Asror, mahasiswa Prodi MPI.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian masyarakat, dengan menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman.

Dalam kegiatan tersebut, tim menjelaskan pentingnya peran kecerdasan buatan dalam mendukung efektivitas pembelajaran di madrasah. AI dinilai mampu membantu guru menyusun perangkat ajar, merancang media interaktif, hingga menyederhanakan berbagai tugas administratif.

Kehadiran teknologi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja pendidik, tetapi juga memberi pengalaman belajar yang lebih menarik bagi para santri.

Salah satu ustadz PPRMS menyampaikan bahwa penerapan AI menjadi kebutuhan mendesak di tengah semakin kompleksnya tugas guru. Perkembangan zaman menuntut metode pengajaran yang adaptif.

AI hadir sebagai solusi efektif untuk mendukung guru dalam mengelola banyak tugas sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran, ujarnya. Pandangan ini sejalan dengan pihak pengasuh pesantren yang menilai bahwa pesantren harus terbuka terhadap inovasi, dan integrasi teknologi tidak boleh dianggap sebagai ancaman bagi tradisi, melainkan peluang untuk memperkaya metode pendidikan Islam.

Para peserta pelatihan terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh tim dosen dan mahasiswa UNISBA. Mereka tidak hanya menyimak materi teoritis mengenai konsep dasar AI, tetapi juga mencoba langsung beberapa aplikasi sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan media pembelajaran digital.

Kehadiran praktik langsung ini membuat suasana pelatihan lebih interaktif dan mudah dipahami, bahkan bagi guru yang belum terbiasa menggunakan teknologi.

Selain membahas teknis penggunaan AI, kegiatan PKM ini juga menekankan pentingnya etika dalam penerapan teknologi pada pendidikan Islam.

Tim mengingatkan bahwa AI hanyalah alat bantu, sementara nilai-nilai agama, moral, dan akhlak mulia tetap harus menjadi pondasi utama dalam proses belajar-mengajar. Dengan cara ini, teknologi diharapkan mampu memperkuat esensi pendidikan Islam, bukan menggantikannya.

Pihak UNISBA Blitar berharap keberhasilan program di PPRMS Lodoyo dapat menjadi contoh bagi pesantren lain di wilayah Blitar dan sekitarnya.

Melalui sinergi ini, pesantren tidak hanya dikenal sebagai pusat kajian keagamaan, tetapi juga sebagai pionir dalam mengadopsi inovasi digital yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

UNISBA Blitar melalui tim PKM juga menyatakan komitmen untuk memberikan pendampingan berkelanjutan bagi guru madrasah.

Program lanjutan akan diarahkan pada penguatan keterampilan teknis dalam merancang media pembelajaran berbasis AI serta evaluasi penggunaannya di kelas. Menurut Laily Nur Syayidah, sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren merupakan strategi penting dalam mengembangkan pendidikan Islam yang modern tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Mohamad Sodik menegaskan bahwa integrasi AI merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya saing lembaga pendidikan Islam di era digital. Sinergi ini harus terus dijaga. Perguruan tinggi dan pesantren memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muslim yang unggul secara spiritual sekaligus kompeten menghadapi tantangan teknologi, pungkasnya.

Source: www.indonesiafolks.com

Akreditasi Mutu Internal (AMI) 2025 Fakultas Agama Islam: Evaluasi dan Penguatan Kualitas di UNISBA Blitar

Blitar, 18/09/2025 – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar kembali melaksanakan agenda rutin Akreditasi Mutu Internal (AMI) 2025 sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan akademik di lingkungan kampus. Kegiatan AMI kali ini diselenggarakan oleh Bagian Penjamin Mutu (BPM) dengan fokus pada evaluasi dan pemantauan mutu akademik secara menyeluruh.

Pada kegiatan AMI kali ini, tim auditor yang ditugaskan adalah Nuryanti., S.Pd., M.Pd. dan Hanik Amaria, S.Pd., M.E. dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNISBA Blitar. Kedua auditor ini memiliki pengalaman luas dalam bidang evaluasi mutu pendidikan, dan diharapkan dapat memberikan masukan yang konstruktif dalam rangka pengembangan kualitas di FAI UNISBA.

Acara AMI 2025 dibuka secara resmi oleh Dr. Winarto, M.Pd.I., Dekan Fakultas Agama Islam UNISBA Blitar. Dalam sambutannya, Dr. Winarto menekankan pentingnya proses evaluasi kualitas ini sebagai bagian dari komitmen FAI untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar mutu akademik.

Selain tim auditor, acara AMI kali ini juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan program studi (prodi) di FAI UNISBA, antara lain Mohamad Sodik, M.Pd. selaku Kepala Program Studi Magister Pendidikan Islam (MPI), Hana Athia Akhzalini, S.Pd., M.Si. selaku Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), serta Dwi Wahyu Ningtyas, M.E. selaku Kepala Program Studi Perbankan Syariah (PBS). Kehadiran mereka menunjukkan komitmen seluruh elemen Fakultas Agama Islam dalam mendukung upaya penguatan dan pemantauan mutu pendidikan yang ada di prodi masing-masing.

Pelaksanaan Kegiatan

Acara AMI juga dihadiri oleh Millatul Fadhilah, S.Pd.I., M.E. selaku anggota tim Unit Penjamin Mutu Fakultas (UPMF), yang turut serta memberikan pandangan dan rekomendasi terkait aspek penjaminan mutu di lingkungan fakultas. Novia Damayanti, M.Pd., dosen BKI, juga hadir untuk turut mendalami hasil evaluasi dan menyusun rencana perbaikan yang akan dilaksanakan di prodi BKI.

Pada pelaksanaan AMI 2025 kali ini, sejumlah aspek yang menjadi fokus utama dalam evaluasi meliputi proses pembelajaran, manajemen program studi, sumber daya manusia, serta fasilitas yang mendukung kegiatan akademik di FAI. Tim auditor akan mengumpulkan data dan informasi dari berbagai pihak dan berbagai sumber untuk menjadi acuan menyusun rekomendasi yang akan digunakan sebagai dasar perbaikan dan pengembangan mutu di masa mendatang.

Kegiatan AMI ini diharapkan tidak hanya sebatas evaluasi tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk merancang strategi jangka panjang yang mampu meningkatkan daya saing akademik FAI UNISBA Blitar di tingkat nasional dan internasional.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pimpinan fakultas, program studi, tim penjamin mutu, serta seluruh civitas akademika, AMI 2025 diharapkan dapat membawa FAI UNISBA Blitar menuju kualitas pendidikan yang lebih unggul, sesuai dengan visi dan misi universitas untuk mencetak generasi yang cerdas dan berkualitas.

Mahasiswi Perbankan Syariah UNISBA Blitar Raih Penghargaan Internasional dalam Ajang International Economic Competition 2025

FAI – Blitar, 28 Agustus 2025 prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar. Kali ini, kabar baik datang dari Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Agama Islam. Salah satu mahasiswinya, Ariska Rizkyani, berhasil meraih penghargaan sebagai “The Winner of Best International Inspirational Poster Competition” pada ajang International Economic Competition 2025.

Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang bertujuan untuk menggali kreativitas, inovasi, serta pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu ekonomi global. Dalam ajang ini, Ariska Rizkyani berhasil menunjukkan kualitas dan potensi luar biasa melalui karya poster inspiratif yang dinilai unggul dari segi visual, pesan moral, dan dampak sosial.

Atas pencapaian tersebut, seluruh sivitas akademika Fakultas Agama Islam, khususnya Program Studi Perbankan Syariah, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Ariska Rizkyani. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, mengembangkan potensi diri, serta membawa nama baik UNISBA Blitar ke kancah nasional dan internasional.

Kami bangga atas dedikasi dan semangat yang ditunjukkan oleh Ariska. Semoga pencapaian ini menjadi awal dari kesuksesan-kesuksesan berikutnya, serta menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

📌 Informasi lebih lanjut:
Instagram: @fai.unisbablitar
WhatsApp: +62 877-5423-9829

FAI UNISBA Blitar Gandeng IIBF Selenggarakan Seminar Kewirausahaan “7 High Potential Business”

Blitar, 21 Agustus 2025 – Dalam rangka meningkatkan wawasan kewirausahaan di kalangan generasi muda, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar bekerja sama dengan Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) menggelar seminar bertajuk “7 High Potential Business”. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk komitmen FAI UNISBA dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia usaha.

Acara yang berlangsung pada hari Kamis ini bertempat di auditorium UNISBA dan dihadiri oleh para mahasiswa, dosen, serta tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan dari IIBF dan Penanggung Jawab Madrasah (PENMA) Blitar.

Rangkaian Pra Acara Penuh Makna

Kegiatan dimulai tepat pukul 08.30 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, diikuti Mars UNISBA yang menggema penuh semangat. Selanjutnya, suasana semakin khidmat dengan pembacaan Tilawatil Qur’an oleh mahasiswa dari program studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan doa yang dipimpin oleh Kaprodi MPI.

Rangkaian sambutan menjadi bagian penting dari pra acara. Sambutan pertama disampaikan oleh Dekan Fakultas Agama Islam UNISBA yang menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan jiwa entrepreneur berbasis nilai-nilai Islam. Sambutan selanjutnya diberikan oleh perwakilan PENMA Blitar dan IIBF, yang turut menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Sambutan terakhir datang dari Rektor UNISBA Blitar yang diwakili oleh Wakil Rektor III yang secara resmi membuka acara.

Momen penting lainnya dalam pra acara adalah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara UNISBA dan IIBF sebagai bentuk kerja sama strategis di bidang pengembangan kewirausahaan Islami. Seluruh rangkaian pra acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama para narasumber dan tamu undangan.

Memasuki pukul 09.33 WIB, seminar dimulai dengan pengenalan Mars IIBF dan pemaparan tentang 4 Disiplin Sukses Bisnis yang menjadi fondasi pembentukan wirausaha tangguh. Selanjutnya, acara inti berlangsung selama dua jam penuh, dipandu oleh tim dari IIBF yang memaparkan tema utama “7 High Potential Business”.

Para peserta seminar diberikan wawasan mendalam mengenai tujuh sektor bisnis dengan potensi tinggi di era digital dan globalisasi saat ini. Pemaparan materi dikemas secara interaktif dan inspiratif, menghadirkan studi kasus, analisis tren, serta strategi memulai bisnis dari nol hingga berkembang.

Dengan diadakannya seminar ini, FAI UNISBA Blitar berharap mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa, sejalan dengan visi universitas untuk mencetak lulusan yang berdaya saing, inovatif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Acara ditutup dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang menunjukkan semangat baru untuk mulai merintis usaha, serta semangat kolaboratif antara kampus dan lembaga eksternal seperti IIBF dalam membangun ekosistem kewirausahaan Islami yang kuat.

FAI Kerjasama MoA dengan Kantor Kementerian Agama Kota Blitar: Perkuat Sinergi Dalam Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian

Blitar— Fakultas Agama Islam (FAI) menjalin kerja sama strategis dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang berlangsung di Gedung Fakultas Agama Islam. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pemerintahan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan keagamaan serta kontribusi terhadap masyarakat.

Dari pihak Kantor Kemenag Kota Blitar, hadir tiga pejabat utama yang mewakili masing-masing seksi terkait, yaitu:

  • Dr. Habibur Rohman, M.Ag. – Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas),
  • Masrur, S.Ag., M.Pd.I. – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma),
  • Muhamad Baidowi, M.Ag. – Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis).

Sementara itu, dari Fakultas Agama Islam, hadir:

  • Dr. Winarto, M.Pd.I. – Dekan Fakultas Agama Islam,
  • Mohamad Sodik, M.Pd. – Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI),
  • Hana Athia Akhzalini, S.Pd., M.Si. – Ketua Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI).

Acara juga dihadiri oleh Wakil Rektor II Universitas, Dr. M. Zainul Ikhwan, S.H., M.H., yang memberikan sambutan sekaligus menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi nyata dari semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta bentuk komitmen universitas dalam menjalin kemitraan yang produktif dengan institusi pemerintah.

MoA ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk bersinergi dalam berbagai bidang, yaitu:

  1. Pendidikan dan Pengajaran
    Keduanya sepakat untuk saling mendukung dalam pengembangan pendidikan, termasuk kegiatan akademik seperti kuliah umum, pelatihan, serta penyediaan narasumber dari pihak Kemenag dalam kegiatan perkuliahan.
  2. Penelitian
    Dosen dari kedua belah pihak akan dilibatkan dalam kolaborasi riset, publikasi ilmiah, serta pengelolaan jurnal ilmiah yang relevan dengan isu-isu keislaman dan pendidikan.
  3. Pengabdian kepada Masyarakat
    Dalam bidang ini, kedua institusi akan bekerja sama dalam kegiatan sosial dan keagamaan, seperti penyuluhan, seminar, kajian keilmuan, pelatihan masyarakat, serta lokakarya bersama.
  4. Kemahasiswaan
    Mahasiswa Fakultas Agama Islam akan mendapatkan peluang untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan di lingkungan Kemenag, termasuk magang, partisipasi dalam event keagamaan, serta pengembangan soft skill melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM).
  5. Kegiatan Lain yang Disepakati Bersama
    Fleksibilitas dalam kerja sama memungkinkan kedua pihak untuk terus menyesuaikan ruang lingkup kolaborasi sesuai kebutuhan dan tantangan di masa mendatang.
  6. Praktisi Mengajar
    Kerja sama juga membuka ruang bagi para praktisi dari Kemenag untuk terlibat langsung dalam pengajaran di lingkungan akademik FAI, memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dari sisi kebijakan dan praktik di lapangan.

Dalam sesi penutup, Dr. Winarto, M.Pd.I., menyampaikan harapannya bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial, tetapi benar-benar akan dijalankan secara aktif dan berkelanjutan. “Kami menyambut baik kerja sama ini karena sangat relevan dengan visi FAI sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman yang aplikatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dr. Habibur Rohman, M.Ag., juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung berbagai program yang akan dijalankan, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan MoA ini menjadi tonggak awal kerja sama yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam serta pembangunan masyarakat secara umum.

Copyright@ Fakultas Agama Islam
Universitas Islam Balitar
2025